188BET - badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Sama-sama berasal darI PB Djarum Kudus, Praveen Jordan/Debby Susanto diduetkan setelah berada di pelatnas PBSI. Usai menjadi juara All England, kini mereka menjadi menjadi ganda campuran yang diperhitungkan. 188ASIA
Debby yang lahir di Palembang pada 3 Mei 1989 menjadi pemain PB Djarum sejak 2006. Dua tahun kemudian dia lolos ke pelatnas melalui seleksi nasional tapi lewat jalur ganda putri. Kala itu dia dipasangkan dengan Komala Dewi. 188ASIA
Setahun kemudian, pelatih ganda campuran pelatnas, Richard Mainaky, meminta Debby pindah ke nomornya. Dia dipasangkan dengan Mohammad Rizal. Debby sempat meraih gelar juara Taiwan Terbuka 2012 dan medali emas SEA Games 2013 bersama Rizal. 188ASIA
Kebersamaan itu disudahi seiring dengan keputusan Rizal gantung raket. Di saat bersamaan Praveen tengah menjadi perhatian usai meraih hasil-hasil bagus bersama Vita Marissa. Di antaranya menjadi juara Malaysia Masters dan Indonesia Masters 2014. 188ASIA
Padahal sebelum bertemu Vita, Praveen sempat mentok secara prestasi. Dia sulit menjadi juara sirkuit nasional. Bahkan saat usianya sudah memasuki kelompok dewasa, Praveen tak bsia menembus persaingan ke pelatnas. 188ASIA
Babak baru dimulai Praveen di pelatnas. Penampilan diabersama Debby cukup menjanjikan. Baru tiga pekan dipasangkan mereka dikirimkan ke Malaysia Masters di tahun 2015. Praveen/Debby menjadi juara di ajang itu.
Hasil manis berlanjut di Thailand Teruka dan Indonesia Masters akhir tahun lalu. Sepanjan 2016 ini mereka meraih dua gelar, Syed Modi International di India dan All England.
"Bersama Praveen, turnamen paling mengesankan, sebelum ini ya, saat di Asian Games. Itu pertama kali ikut Asian Games dan langsung dapat medali," kata Debby seperti dikutip Badminton Indonesia.
Sementara bagi Praveen, menjadi juara SEA Games menjadi turnamen yang diingatnya selain All England ini. "Karena juara kan di sana," ucap dia.
Sebelum berpasangan dengan Debby, Praveen sempat gonta-ganti pasangan. Selama di pelatnas, dia sempat diduetkan dengan Ririn Amelia dan Glroia Emanuelle Widjaja. Sementara di sekttor ganda putra dia pernah berpasangan dengan Sigid Sudrajat, Rangga Yave Rianto, dan Didit Juang.
Pada Minggu, 13 Maret, Praveen dan Debby telah membetot perhatian dunia. Mereka menjadi juara sekaligus penyelamat muka Indonesia pada turnamen bulutangkis bergengsi, All England.
Gelar itu membuat Indonesia tak perlu lama menunggu gelar ganda campuran lagi di All England seperti jeda waktu antara Christian Hadinata/Imelda Wigoena ke Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Butuh waktu 33 tahun untuk meuncul juara All England dari sektor ganda campuran.
Praven/Debby hanya membiarkan satu edisi All England tanpa gelar setelah Tontowi/Liliyana meraihnya di tahun 2014.
Selamat, Praveen/Debby!
Tags : badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Sama-sama berasal darI PB Djarum Kudus, Praveen Jordan/Debby Susanto diduetkan setelah berada di pelatnas PBSI. Usai menjadi juara All England, kini mereka menjadi menjadi ganda campuran yang diperhitungkan. 188ASIA
Debby yang lahir di Palembang pada 3 Mei 1989 menjadi pemain PB Djarum sejak 2006. Dua tahun kemudian dia lolos ke pelatnas melalui seleksi nasional tapi lewat jalur ganda putri. Kala itu dia dipasangkan dengan Komala Dewi. 188ASIA
Setahun kemudian, pelatih ganda campuran pelatnas, Richard Mainaky, meminta Debby pindah ke nomornya. Dia dipasangkan dengan Mohammad Rizal. Debby sempat meraih gelar juara Taiwan Terbuka 2012 dan medali emas SEA Games 2013 bersama Rizal. 188ASIA
Kebersamaan itu disudahi seiring dengan keputusan Rizal gantung raket. Di saat bersamaan Praveen tengah menjadi perhatian usai meraih hasil-hasil bagus bersama Vita Marissa. Di antaranya menjadi juara Malaysia Masters dan Indonesia Masters 2014. 188ASIA
Padahal sebelum bertemu Vita, Praveen sempat mentok secara prestasi. Dia sulit menjadi juara sirkuit nasional. Bahkan saat usianya sudah memasuki kelompok dewasa, Praveen tak bsia menembus persaingan ke pelatnas. 188ASIA
Babak baru dimulai Praveen di pelatnas. Penampilan diabersama Debby cukup menjanjikan. Baru tiga pekan dipasangkan mereka dikirimkan ke Malaysia Masters di tahun 2015. Praveen/Debby menjadi juara di ajang itu.
Hasil manis berlanjut di Thailand Teruka dan Indonesia Masters akhir tahun lalu. Sepanjan 2016 ini mereka meraih dua gelar, Syed Modi International di India dan All England.
"Bersama Praveen, turnamen paling mengesankan, sebelum ini ya, saat di Asian Games. Itu pertama kali ikut Asian Games dan langsung dapat medali," kata Debby seperti dikutip Badminton Indonesia.
Sementara bagi Praveen, menjadi juara SEA Games menjadi turnamen yang diingatnya selain All England ini. "Karena juara kan di sana," ucap dia.
Sebelum berpasangan dengan Debby, Praveen sempat gonta-ganti pasangan. Selama di pelatnas, dia sempat diduetkan dengan Ririn Amelia dan Glroia Emanuelle Widjaja. Sementara di sekttor ganda putra dia pernah berpasangan dengan Sigid Sudrajat, Rangga Yave Rianto, dan Didit Juang.
Pada Minggu, 13 Maret, Praveen dan Debby telah membetot perhatian dunia. Mereka menjadi juara sekaligus penyelamat muka Indonesia pada turnamen bulutangkis bergengsi, All England.
Gelar itu membuat Indonesia tak perlu lama menunggu gelar ganda campuran lagi di All England seperti jeda waktu antara Christian Hadinata/Imelda Wigoena ke Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Butuh waktu 33 tahun untuk meuncul juara All England dari sektor ganda campuran.
Praven/Debby hanya membiarkan satu edisi All England tanpa gelar setelah Tontowi/Liliyana meraihnya di tahun 2014.
Selamat, Praveen/Debby!
Tags : badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Berita Bulutangkis, Bersama-sama 2 Tahun 3 Bulan, Praveen/Debby Jadi Lakon di All England, 188ASIA
4/
5
Oleh
Tips Jitu

