188BET - 188bet, 188bet.com, bola dunia, bola sepak, judi bola, judi online, Sepak bola dunia, Sepak bola Indonesia, sepakbola, taruhan, taruhan bola, Piala Euro, Piala Euro 2016

Kasus doping yang menyeret nama Maria Sharapova memasuki babak baru. Petenis cantik asal Rusia itu kini berseteru dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) setelah disindir sang presiden, Craig Reedie. 188ASIA
Sharapova baru saja disanksi larangan bertanding oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) selama dua tahun akibat kasus doping. Ia dianggap bersalah usai menggunakan doping jenis meldonium di ajang Australia Terbuka 2016 Januari lalu.
188ASIA
Meldonium yang digunakan Sharapova ternyata sudah ditetapkan sebagai obat terlarang WADA per 1 Januari 2016. Dengan alasan tidak tahu, petenis berusia 29 tahun tetap menggunakannya dan ternyata berbuntut fatal.
188ASIA
Kini, Sharapova tengah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. Di tengah-tengah penantian keputusan CAS, WADA membuat hubungannya dengan Sharapova sedikit memanas.
Ya, sang presiden Reedie menyindir pendapatan Sharapova selama setahun yang lebih besar ketimbang anggaran WADA di acara simposium WADA di London, Inggris, Senin (20/6/2016) waktu setempat. Hal itu merupakan sindiran Reedie yang merujuk pada skandal doping yang tengah menjerat petenis dengan raihan lima gelar Grand Slam.
"Bagi saya, hal yang memuaskan dalam kasus Nyonya Sharapova adalah dalam setahun ia bisa mendapatkan uang lebih banyak ketimbang dana WADA jika dikumpulkan," ucap Reedie.
Hal itu membuat pihak Sharapova ngamuk. Pengacara sang petenis John Haggerty menuntut pernyataan maaf dari Reedie dengan menilai hal tersebut sangat tidak profesional.
"Pernyataan yang dibuat oleh Presiden WADA hari ini tidak profesional. Keadilan, baik di mata Wada atau pengadilan, harus buta terhadap segala sesuatu, termasuk buta dengan laba pemain. Tuan Reedie berutang permintaan maaf kepada Maria dan untuk semua pemain tenis yang sukses kecuali ia ingin penggemar berpikir WADA punya standar berbeda untuk pemain tergantung peringkat dan pendapatannya," ucap Haggerty dikutip Straits Times, Selasa (21/6/2016).
Pendapatan WADA sendiri mencapai USD30 juta atau sekitar Rp398.4 m, sedangkan pendapatan Sharapova berdasarkan laporan Forbes hanya mencapai Rp 290 miliar.
Tags :

Kasus doping yang menyeret nama Maria Sharapova memasuki babak baru. Petenis cantik asal Rusia itu kini berseteru dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) setelah disindir sang presiden, Craig Reedie. 188ASIA
Sharapova baru saja disanksi larangan bertanding oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) selama dua tahun akibat kasus doping. Ia dianggap bersalah usai menggunakan doping jenis meldonium di ajang Australia Terbuka 2016 Januari lalu.
188ASIA
Meldonium yang digunakan Sharapova ternyata sudah ditetapkan sebagai obat terlarang WADA per 1 Januari 2016. Dengan alasan tidak tahu, petenis berusia 29 tahun tetap menggunakannya dan ternyata berbuntut fatal.
188ASIA
Kini, Sharapova tengah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. Di tengah-tengah penantian keputusan CAS, WADA membuat hubungannya dengan Sharapova sedikit memanas.
Ya, sang presiden Reedie menyindir pendapatan Sharapova selama setahun yang lebih besar ketimbang anggaran WADA di acara simposium WADA di London, Inggris, Senin (20/6/2016) waktu setempat. Hal itu merupakan sindiran Reedie yang merujuk pada skandal doping yang tengah menjerat petenis dengan raihan lima gelar Grand Slam.
"Bagi saya, hal yang memuaskan dalam kasus Nyonya Sharapova adalah dalam setahun ia bisa mendapatkan uang lebih banyak ketimbang dana WADA jika dikumpulkan," ucap Reedie.
Hal itu membuat pihak Sharapova ngamuk. Pengacara sang petenis John Haggerty menuntut pernyataan maaf dari Reedie dengan menilai hal tersebut sangat tidak profesional.
"Pernyataan yang dibuat oleh Presiden WADA hari ini tidak profesional. Keadilan, baik di mata Wada atau pengadilan, harus buta terhadap segala sesuatu, termasuk buta dengan laba pemain. Tuan Reedie berutang permintaan maaf kepada Maria dan untuk semua pemain tenis yang sukses kecuali ia ingin penggemar berpikir WADA punya standar berbeda untuk pemain tergantung peringkat dan pendapatannya," ucap Haggerty dikutip Straits Times, Selasa (21/6/2016).
Pendapatan WADA sendiri mencapai USD30 juta atau sekitar Rp398.4 m, sedangkan pendapatan Sharapova berdasarkan laporan Forbes hanya mencapai Rp 290 miliar.
Tags :
Sebanyak
26 atlet dikukuhkan dan dilepas oleh Menpora Imam Nahrawi untuk
mengikuti ajang Olimpiade Brasil 2016 di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta
pusat, Selasa Sore (21/6).
Dalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora)
- See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=103122#sthash.GLbGUEzQ.dpufDalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora)
Sebanyak
26 atlet dikukuhkan dan dilepas oleh Menpora Imam Nahrawi untuk
mengikuti ajang Olimpiade Brasil 2016 di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta
pusat, Selasa Sore (21/6).
Dalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora)
- See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=103122#sthash.GLbGUEzQ.dpufDalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora)
Sebanyak
26 atlet dikukuhkan dan dilepas oleh Menpora Imam Nahrawi untuk
mengikuti ajang Olimpiade Brasil 2016 di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta
pusat, Selasa Sore (21/6).
Dalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora)
- See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=103122#sthash.GLbGUEzQ.dpufDalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora)
Sebanyak
26 atlet dikukuhkan dan dilepas oleh Menpora Imam Nahrawi untuk
mengikuti ajang Olimpiade Brasil 2016 di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta
pusat, Selasa Sore (21/6).
Dalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora) - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=103122#sthash.GLbGUEzQ.dpuf
Dalam pelepasan ini Menpora didampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua Satlak Prima Ahmad Soetjipto, Ketua Umum KONI di wakili Suwarno, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016 Raja Sapta Oktohari serta jajaran esselon I dan II Kemenpora.
“Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas, Indonesia bisa emas,” begitulah Menpora Imam Nahrawi memotivasi para atlet yang akan bertanding di Olimpiade Brazil 2016.
Menurut Menpora, di bulan suci ini kita di pertemukan untuk bersama-sama mengokohkan semangat hati dan cita-cita kita yang besar untuk mengantarkan duta merah putih yang akan mengibarkan sang saka merah putih di Olimpiade Brazil 2016.
“Semoga yang kita harapkan bisa dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Menpora saat memberikan sambutannya.
Menpora mengatakan apa yang kita lakukan tidak akan perna sia-sia, sekian lama kita berlatih dan bertanding di kualifikasi akhirnya kita bisa lolos olimpiade. Inilah tanda bahwa kita mampu dan dapat berusaha dan bersungguh-sungguh untuk merah putih.
“Pemerintah belum bisa memberikan penghargaan yang sepadan dilihat dari pengorbanan perjuangan atlet. Semua waktu yang seharusnya di buat untuk keluarga tidak ada lagi, hanya semata-mata untuk meraih yang terbaik untuk merah putih,” ucapnya.
Masih kata Menpora, satu bentuk penghormatan pemerintah yakni kita sudah meluncurkan program penghargaan masa tua.
''Atlet olimpiade sebelumnya yang dapat medali sudah pasti dapat pengharaagan ini. Saya berharap kalian juga akan mendapat penghargaan yang sama,” harap Menpora.
Mengakhiri sambutannya Menpora Imam Nahrawi mengatakan, "Olahragalah yang akan mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain karena disitulah merah putih dikibarkan serta dikumandangkan lagu Indonesia Raya".
Di akhir acara dilakukan prosesi penciuman bendera merah putih oleh ke 26 atlet dengan diiringi lagu Padamu Negeri. (Kemenpora) - See more at: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=103122#sthash.GLbGUEzQ.dpuf
Berita Bulutangkis,Sharapova Tuntut Pernyataan Maaf Badan Anti-Doping Dunia, 188ASIA
4/
5
Oleh
Tips Jitu
