188BET - Pada babak pertama turnamen Singapore Open Super
Series 2016, tiga pemain Badminton tunggal putri Indonesia dihentikan
lawan-lawan mereka pada babak pertama turnamen Singapore Open Super Series
2016. Linda Wenifanetri yang turun lebih awal, takluk di tangan Carolina Marin.
Linda menyerah dalam dua game, 12-21, 9-21.
Penampilan Linda memang bisa dibilang kurang greget dan ia
tidak tampil pada performa terbaiknya. Meskipun sudah mempelajari permainan
Marin, namun banyak pukulan-pukulan Marin yang gagal diantisipasi oleh Linda
hingga ia mati langkah.
“Linda memang sering kurang siap, padahal dia sudah tahu
bola-bola atas itu akan diturunkan kemana oleh Marin, tetapi dia tidak
mengantisipasi hal ini. Linda sempat bingung karena Marin tidak mati-mati,
tetapi Linda harus pintar-pintar cari serangan, harus ada inisiatif seperti
itu,” jelas Sarwendah Kusumawardhani, Asisten Pelatih Tunggal Putri PBSI yang
mendampingi Linda saat bertanding.
Demi mengejar poin ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Linda
mesti mengikuti banyak turnamen Badminton sekaligus. Dalam empat turnamen
berturut-turut yang diikuti Linda yaitu New Zealand Open Grand Prix Gold, India
Open Super Series, Malaysia Open Super Series Premier dan Singapore Open Super
Series, catatan prestasi Linda memang belum menggembirakan. 188ASIA
“Ikut turnamen berturut-turut memang melelahkan, tetapi mau
bagaimana lagi, Linda kan mau mengejar poin ke olimpiade. Seharusnya Linda
sudah siap untuk mengejar poin. Apalagi dia pemain senior bukan pemain baru,
harus bisa mengatur semuanya,” ucap Sarwendah yang merupakan mantan pemain
tunggal putri era 90-an.
Maria Febe Kusumastuti dan Lyanny Alessandra Mainaky pun kalah
di babak pertama. Febe ditundukkan Akane Yamaguchi (Jepang), 15-21, 11-21.
Sedangkan Lyanny tak kuasa menahan laju Li Michelle (Kanada), 14-21, 11-21.
188ASIA
Singapore Super Series 2016: Linda Ditkalahkan Marin
4/
5
Oleh
Tips Jitu

