188BET - badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Adriyanti Firdasari menjadikan Indonesian Masters Grand Prix Gold 2015 sebagai turnamen internasional terakhir dalam kariernya. Cedera dan faktor usia menjadi pertimbangan utama.
Firda tampil sebagai pemain nonunggulan dalam Indonesian Masters yang dihelat di GOR Graha Cakrawala, Malang, Jawa Timur mulai hari ini hingga 6 Desember. Di laga perdana, Firda akan berjumpa dengan pemain China, Chen Yufei. 188ASIA
Bagi Firda turnamen berhadiah total USD 120 ribu itu bukan hanya jadi ajang pencarian prestasi, tapi sekaligus menjadi ajang perpisahan dengan turnamen internasional.
"Ini turnamen internasional terakhir saya, tahun depan sudah setop. Saya merasa sudah saatnya untuk mundur dari bulutangkis internasional. Umur sudah 29 tahun kalau main tunggal sudah cukup berat," kata Firda dalam perbincangan dengan detikSport, Selasa (1/12/2015).188ASIA
"Lagipula sudah setahun belakangan ini, sejak Desember tahun lalu, saya terus-terusan cedera lutut. Ini bukan kambuhan dari lama, cedera baru dan justru lebih parah daripada yang dulu-dulu. Saya coba kuat-kuatin selama setahun ini tapi rasanya makin berat.188ASIA
"Sejatinya bisa disembuhkan dengan operasi tapi proses pemulihan diprekirakan butuh waktu enam bulan. Saya pikir akan buang waktu. Belum tentu saat main lagi bisa maksimal." ucap dia.
Firda memang sudah cukup panjang menjalani karier sebagai pebulutangkis profesional. Dia mengoleksi medali emas SEA Games 2005 di Filipina. Tahun lalu, dia masih menjadi juara Indonesia Terbuka Grand Prix Gold dengan mengalahkan Ruselli Hartawan di partai final.
Firda tercatat sebagai pemain PB Jaya Raya di akhir tahun 1999. Dia kemudian menjadi salah satu penggawa pelatnas Cipayung mulai 2012 dan ditutup tahun 2013.
"Dengan Kondisi seperti ini, saya main maksimal saja di Malang. Saat masih sehat dan normal tak ada cedera, saya masih berani pasang target tapi kondisinya saat ini berbeda. Drawing juga tidak mudah he he he," ujar Firda.
Tags : badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Adriyanti Firdasari menjadikan Indonesian Masters Grand Prix Gold 2015 sebagai turnamen internasional terakhir dalam kariernya. Cedera dan faktor usia menjadi pertimbangan utama.
Firda tampil sebagai pemain nonunggulan dalam Indonesian Masters yang dihelat di GOR Graha Cakrawala, Malang, Jawa Timur mulai hari ini hingga 6 Desember. Di laga perdana, Firda akan berjumpa dengan pemain China, Chen Yufei. 188ASIA
Bagi Firda turnamen berhadiah total USD 120 ribu itu bukan hanya jadi ajang pencarian prestasi, tapi sekaligus menjadi ajang perpisahan dengan turnamen internasional.
"Ini turnamen internasional terakhir saya, tahun depan sudah setop. Saya merasa sudah saatnya untuk mundur dari bulutangkis internasional. Umur sudah 29 tahun kalau main tunggal sudah cukup berat," kata Firda dalam perbincangan dengan detikSport, Selasa (1/12/2015).188ASIA
"Lagipula sudah setahun belakangan ini, sejak Desember tahun lalu, saya terus-terusan cedera lutut. Ini bukan kambuhan dari lama, cedera baru dan justru lebih parah daripada yang dulu-dulu. Saya coba kuat-kuatin selama setahun ini tapi rasanya makin berat.188ASIA
"Sejatinya bisa disembuhkan dengan operasi tapi proses pemulihan diprekirakan butuh waktu enam bulan. Saya pikir akan buang waktu. Belum tentu saat main lagi bisa maksimal." ucap dia.
Firda memang sudah cukup panjang menjalani karier sebagai pebulutangkis profesional. Dia mengoleksi medali emas SEA Games 2005 di Filipina. Tahun lalu, dia masih menjadi juara Indonesia Terbuka Grand Prix Gold dengan mengalahkan Ruselli Hartawan di partai final.
Firda tercatat sebagai pemain PB Jaya Raya di akhir tahun 1999. Dia kemudian menjadi salah satu penggawa pelatnas Cipayung mulai 2012 dan ditutup tahun 2013.
"Dengan Kondisi seperti ini, saya main maksimal saja di Malang. Saat masih sehat dan normal tak ada cedera, saya masih berani pasang target tapi kondisinya saat ini berbeda. Drawing juga tidak mudah he he he," ujar Firda.
Tags : badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Berita Bulutangkis, Indonesian Masters Jadi Turnamen Internasional Terakhir Firdasari, 188ASIA
4/
5
Oleh
Tips Jitu
