188BET - badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Rangkaian turnamen super series tinggal menyisakan Masters Final di Dubai Desember ini, tapi belum satupun gelar juara diraih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Penampilan Tontowi disorot. 188ASIA
Sebanyak 12 turnamen super series tahun ini sudah dilewati. Tontowi/Liliyana tak meraih gelar satupun. Jika diperhatikan, Tontowi/Liliyana bahkan sulit menang atas ganda China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Situasi itu cukup mengkhawatirkan sebab periode ini sekaligus menjadi perebutan poin dan persiapan Olimpiade. Sebagai ganda campuran terbaik tanah air, keduanya digadang-gadang meraih medali emas.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, mengakui laju Tontowi/Liliyana sudah di luar jalur. Dia pun meminta agar Liliyana berperan seperti yang sudah-sudah sebagai jenderal di lapangan.
"Kita mau ke Olimpiade. Milestone selama satu tahun harus ada yang dicapai. Dari hasil di tahun 2012, kami belajar agar jangan sampai di Olimpiade nanti kami gagal. Kami harus hati-hati. Pemain kami tuntut jangan sampai selip," kata Rexy dalam perbincangan dengan detikSport. 188ASIA
"Penampilan Towi/Liliyana harus segera diperbaiki. Ada sisi positifnya karena kami masih mempunyai waktu untuk menganalisis kesalahannya di mana. Jangan menang-menang terus akhirnya terlena dan malah lebih tertekan di Olimpiade.
"Ada pertanyaan kenapa Owi/Butet tidak dipisah. Waktunya jelas tak memungkinkan. Ada pula kenapa Butet selalu marah-marah kepada Owi saat pertandingan? Nah, itu menjadi salah satu konsentrasi kami. Dari laporan pelatih, Owi memang belum sanggup menanggung beban sebagai tumpuan. Dia memang harus dimarah-marahi oleh Butet. Begitulah cara mereka menjadi juara selama ini. 188ASIA
"Selama mereka tak menjadi juara, Owi memang sedang memasuki periode baru dalam hidupnya. Dia berumah tangga, di rumah menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas keluarga. Tapi, dia belum sanggup menjalankan peran serupa di lapangan. Kami akan kembalikan lagi peran Owi seperti semula dan Liliyana sebagai jendral lapangannya. Mudah-mudahan ada hasil bagus di Finals Master," jelas Rexy.
Sebelum tampil di Final Masters, Tontowi/Liliyana akan menjalani ujian terdekat di Indonesia Master Grand Prix Gold. Turnamen itu akan dihelat mulai 1-6 Desember di Gedung Graha Cakrawala, Kompleks Universitas Negeri Malang, Jawa Timur.
Tontowi/Liliyana menjadi unggulan pertama di ajang berhadiah total USD 120 ribu. Mereka mendapatkan byedi babak pertama. Unggulan kedua ditempati Lu Kai/Huang Yaqiong dari China.
Tags : badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Rangkaian turnamen super series tinggal menyisakan Masters Final di Dubai Desember ini, tapi belum satupun gelar juara diraih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Penampilan Tontowi disorot. 188ASIA
Sebanyak 12 turnamen super series tahun ini sudah dilewati. Tontowi/Liliyana tak meraih gelar satupun. Jika diperhatikan, Tontowi/Liliyana bahkan sulit menang atas ganda China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Situasi itu cukup mengkhawatirkan sebab periode ini sekaligus menjadi perebutan poin dan persiapan Olimpiade. Sebagai ganda campuran terbaik tanah air, keduanya digadang-gadang meraih medali emas.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, mengakui laju Tontowi/Liliyana sudah di luar jalur. Dia pun meminta agar Liliyana berperan seperti yang sudah-sudah sebagai jenderal di lapangan.
"Kita mau ke Olimpiade. Milestone selama satu tahun harus ada yang dicapai. Dari hasil di tahun 2012, kami belajar agar jangan sampai di Olimpiade nanti kami gagal. Kami harus hati-hati. Pemain kami tuntut jangan sampai selip," kata Rexy dalam perbincangan dengan detikSport. 188ASIA
"Penampilan Towi/Liliyana harus segera diperbaiki. Ada sisi positifnya karena kami masih mempunyai waktu untuk menganalisis kesalahannya di mana. Jangan menang-menang terus akhirnya terlena dan malah lebih tertekan di Olimpiade.
"Ada pertanyaan kenapa Owi/Butet tidak dipisah. Waktunya jelas tak memungkinkan. Ada pula kenapa Butet selalu marah-marah kepada Owi saat pertandingan? Nah, itu menjadi salah satu konsentrasi kami. Dari laporan pelatih, Owi memang belum sanggup menanggung beban sebagai tumpuan. Dia memang harus dimarah-marahi oleh Butet. Begitulah cara mereka menjadi juara selama ini. 188ASIA
"Selama mereka tak menjadi juara, Owi memang sedang memasuki periode baru dalam hidupnya. Dia berumah tangga, di rumah menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas keluarga. Tapi, dia belum sanggup menjalankan peran serupa di lapangan. Kami akan kembalikan lagi peran Owi seperti semula dan Liliyana sebagai jendral lapangannya. Mudah-mudahan ada hasil bagus di Finals Master," jelas Rexy.
Sebelum tampil di Final Masters, Tontowi/Liliyana akan menjalani ujian terdekat di Indonesia Master Grand Prix Gold. Turnamen itu akan dihelat mulai 1-6 Desember di Gedung Graha Cakrawala, Kompleks Universitas Negeri Malang, Jawa Timur.
Tontowi/Liliyana menjadi unggulan pertama di ajang berhadiah total USD 120 ribu. Mereka mendapatkan byedi babak pertama. Unggulan kedua ditempati Lu Kai/Huang Yaqiong dari China.
Tags : badminton, badminton indonesia, juara badminton, all england, pemain badminton, berita badminton, bulutangkis, pertandingan bulu tangkis, berita bulutangkis
Berita Bulutangkis, Perbaikan Ganda Tontowi, 188ASIA.
4/
5
Oleh
Tips Jitu
